Tanah Grogot — Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Paser menggelar kegiatan Kajian Dakwah Islam Milenial dengan tema “Ber-Islam di Era Milenial” pada Selasa, 21 Oktober 2025 yang bertepatan dengan 29 Rabiul Akhir 1447 H. Acara ini berlangsung di My Cafe Tanah Grogot dan dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari tokoh ulama, mahasiswa dari berbagai kampus di Kabupaten Paser, santri pondok pesantren, hingga perwakilan organisasi kepemudaan.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua MUI Kabupaten Paser KH. Slamet Arif, S.Sy., MM, yang menyampaikan pentingnya dakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip ajaran Islam. Beliau menekankan bahwa generasi muda perlu menjadi garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai Islam secara bijak di dunia digital. Sementara itu, Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Ulama MUI Kabupaten Paser, Ustadz Nashriddin Atha., M.Pd, berharap kegiatan ini menjadi wadah pembinaan generasi milenial agar tetap berpegang pada akhlak Islami di tengah derasnya arus informasi global.

Kajian utama disampaikan oleh KH. Ma’ruf Khozim, yang mengupas tentang tantangan dan peluang umat Islam dalam menghadapi era digital. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa Islam memiliki ajaran yang relevan di segala zaman, termasuk di era milenial saat ini. Dakwah, menurutnya, harus mampu memanfaatkan media sosial dan teknologi sebagai sarana amar ma’ruf nahi munkar yang efektif dan santun.

Acara yang dipandu oleh Ahmad Maulana, S.Pd sebagai moderator ini berlangsung dinamis dan interaktif. Beberapa peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar peran santri di dunia digital, strategi dakwah bagi generasi muda, serta cara menjaga nilai-nilai keislaman di tengah kemajuan teknologi. Suasana diskusi yang hidup menandakan antusiasme peserta dalam memahami peran mereka sebagai muslim milenial.

Melalui kegiatan ini, MUI Kabupaten Paser berharap agar generasi muda—khususnya mahasiswa dan santri—mampu menjadi teladan dalam memadukan kecakapan teknologi dengan moralitas Islam, sehingga dakwah di era milenial tidak hanya informatif tetapi juga inspiratif.







