TANA PASER — Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga (PRK) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Paser menyelenggarakan Silaturahmi Akbar dan Seminar di Gedung Awamangkuruku, Minggu, 4 Oktober 2026. yang di hadiri kurang lebih 400 peserta dari berbagai kalangan organisasi wanita, majelis ta’lim dan lainnya. Kegiatan mengangkat tema “Peran Perempuan Merajut Silaturahim Menuju Paser TUNTAS (Tangguh, Unggul, Transformatif, Adil dan Sejahtera)”.

Ketua Umum MUI Kabupaten Paser, KH. Slamet Arif, S.Sy., MM., membuka kegiatan tersebut secara resmi. Dalam sambutannya, ia menyoroti tiga tantangan yang dihadapi perempuan, yakni digitalisasi, pernikahan dini, dan perceraian. Ketiga persoalan tersebut menjadi perhatian dalam upaya memperkuat peran perempuan serta ketahanan keluarga di tengah perubahan sosial.
Sorotan terhadap digitalisasi berkaitan dengan perubahan kehidupan masyarakat yang semakin dekat dengan teknologi. Sementara itu, pernikahan dini dan perceraian menjadi persoalan yang berhubungan dengan kesiapan berkeluarga serta keberlangsungan kehidupan rumah tangga. Ketiga tantangan ini menempatkan penguatan pengetahuan dan peran perempuan sebagai bagian penting dalam pembinaan keluarga dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan turut diisi sambutan Hj. Faulina Widryani selaku ketua panitia sekaligus Koordinator Komisi PRK MUI Kabupaten Paser. Silaturahmi akbar dan seminar ini menjadi wadah untuk mempererat hubungan sekaligus membahas kontribusi perempuan dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan pembangunan daerah.
Seminar dipandu oleh moderator Ir. Hj. Mariam AB., MP., dengan menghadirkan dua pemateri. Pemateri pertama, Hj. Maimunah Muhsin, S.HI., membawakan materi mengenai upaya merajut persatuan dan kesatuan dalam keberagaman. Topik tersebut sejalan dengan tema kegiatan yang menempatkan silaturahim sebagai landasan untuk memperkuat hubungan sosial.

Materi pertama mengarahkan perhatian pada pentingnya persatuan di tengah perbedaan. Dalam kehidupan masyarakat yang beragam, perempuan memiliki ruang untuk ikut menjaga hubungan yang harmonis melalui keluarga, organisasi, dan lingkungan sosialnya.
Pemateri kedua, Hj. Mariyatul Qibtiyah, S.Pd., M.M., menyampaikan materi “Peran Perempuan dalam Keluarga, Masyarakat, dan Lingkungan terhadap Pembangunan”. Materi ini menempatkan kontribusi perempuan dalam berbagai ruang kehidupan sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Kedua materi tersebut melengkapi perhatian terhadap tantangan perempuan yang disampaikan dalam sambutan pembukaan. Persatuan dalam keberagaman dan keterlibatan perempuan dalam pembangunan menjadi pokok pembahasan yang mendukung penguatan peran perempuan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Melalui perpaduan silaturahmi dan penyampaian materi seminar, kegiatan ini diarahkan untuk memperluas wawasan serta memperkuat hubungan dalam mendukung pembinaan perempuan, remaja, dan keluarga. Tema yang diangkat juga menghubungkan peran perempuan dengan cita-cita Paser TUNTAS, yakni daerah yang tangguh, unggul, transformatif, adil, dan sejahtera.







